Jumat, 13 Februari 2015

makalah cita cita



MAKALAH CITA-CITA



logo.jpg











MAKALAH
Cita-cita
Makalah ini Disusun untuk
Memenuhi persyaratan mengikuti tes kemampuan verbal
STIKOM Banyuwangi

Disusun oleh:
Nida Khoiruroh / XII TKJ 2


TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
SMK NEGERI DARUL ULUM MUNCAR BANYUWANGI
2015



KATA PENGANTAR



Puji syukur  penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat, taufik, dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah cita-cata ini berisi perjalanan mewujudkan cita-citanya. Atas terselesainya makalah ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Terutama penulis haturkan kepada:
  1. Bapak Jamroji, S.Pd selaku guru pembimbing mata pelajaran bahasa Indonesia,
  2. Teman- teman seperjuangan yang saya tak mampu menyebutkan satu-persatu,
  3. Semua pihak yang ikut memabantu dalam penyelesaian makalah ini.
Penulis menyadari dalam makalah ini masih banyak kekeliruan dan kekurangan yang menyebabkan makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dari pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Harapan penyusun atas terbentuknya makalah ini, semoga makalah ini memberikan informasi bagi pembaca dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.












 


 DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....................................................................................... i
KATA PENGANTAR..................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 4
   A.Latar Belakang.......................................................................................... 4
   B.Rumusan Masalah...................................................................................... 4
   C.Tujuan ....................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN................................................................................ 5
    A. Pengertian Cita-cita................................................................................. 5
    B. Manfaat  Mempunyai Cita-Cita............................................................... 5
    C. Mengapa saya memiliki cita-cita menjadi  Dosen.................................... 6
     D. Perjalanan yang akan saya lalui untuk mencapai
          Cita-cita sebagai Dosen .......................................................................... 6
 BAB III PENUTUP........................................................................................ 8
    A.Kesimpulan............................................................................................... 8
    B.Saran......................................................................................................... 8
 DAFTAR PUSTAKA..................................................................................... 9





BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Semua orang memiliki cita-cita menjadi apa yang diinginkan. Cita-cita bukan hanya terkait dengan sebuah profesi namun lebih dari itu cita-cita adalah sebuah tujuan hidup. Seperti ada seseorang yang bercita-cita ingin memiliki harta yang banyak, menjadi orang terkenal, mengelilingi dunia, mempunyai prestasi yang bagus dan segudang cita-cita lainnya. Namun seorang muslim tentunya akan menempatkan cita-citanya di tempat yang paling tinggi dan mulia yaitu menggapai keridhaan Allah.
 Cita-cita merupakan harapan, keinginan, impian yang ingin diraih serta dicapai seseorang dimasa yang akan datang. Seorang yang memiliki cita-cita pastilah memiliki semangat serta motivasi untuk meraih dan menggapai apa yang ia cita-citakan. Termasuk saya, pastilah memiliki keinginan untuk menjadi seseorang yang saya cita-citakan. Cita-cita saya.  “saya ingin menjadi Dosen”.
B. Rumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka dapat di rumuskan masalah sebagai berikut:
  1. Apa yang dimaksud dengan cita-cita ?
  2. Apa manfaat mempunyai cita-cita ?
  3. Mengapa saya memiliki cita-cita dan cita-cita tersebut menjadi Dosen ?
  4. Bagaimana perjalanan yang saya lalui untuk menggapai cita-cita tersebut ?

C. Tujuan Pembahasan
Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dipaparkan diatas, maka adapun tujuan dari pembuatan makalah tentang cita-cita ini yaitu:
  1. Mengerti tentang arti cita-cita
  2. Mengetahui tentang manfaat  dari  mempunyai cita-cita
  3. Untuk melengkapi tugas Pendidikan Pansila
  4. Menceritakan cita-cita penulis

BAB II
PEMBAHASAN

  1. Pengertian Cita-cita 
Menurut KBBI, cita-cita adalah :
1. Keinginan (kehendak) yg selalu ada di dalam pikiran
2. Tujuan yg sempurna (yg akan dicapai atau dilaksanakan)
Cita-cita adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran.Tidak ada orang hidup tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup. Cita-cita adalah suatu impian dan harapan seseorang akan masa depannya, bagi sebagian orang cita-cita itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian yang lain cita-cita itu hanyalah mimpi belaka.
Manusia tanpa cita-cita ibarat air yang mengalir dari pegunungan menuju dataran rendah, mengikuti kemana saja alur sungai membawanya. Manusia tanpa cita-cita bagaikan seseorang yang sedang tersesat yang berjalan tanpa tujuan yang jelas sehingga ia bahkan dapat lebih jauh tersesat lagi. Ya, cita-cita adalah sebuah rancangan bangunan kehidupan seseorang, bangunan yang tersusun dari batu bata keterampilan, semen ilmu dan pasir potensi diri.

  1. Manfaat  Mempunyai Cita-Cita

  • Hidup mempunyai jalan atau arah yang jelas
Hal ini sudah jelas, dengan mempunyai cita-cita, kita akan tahu kemana arah hidup yang akan kita jalani, dan kita pun tahu tujuan kita belajar, menuntut ilmu, bersekolah, dan segala macamnya. Tujuannya yaitu mengejar cita-cita dan berusaha sekuat mungkin untuk mengejar cita-cita tersebut.
  • Mental dan niat semakin terasah
Dengan adanya cita-cita yang kuat, mental untuk melawan segala hambatan akan terasah, misalnya melawan rasa malas, kantuk, dan godaan bermain game akan teratasi. Tapi ini akan mudah teratasi jika kita  sudah tahu bahwa semua itu hanya akan menghambat niatnya mengejar cita-cita.


  • Terus Belajar dan Berlatih
Cita-cita menjadi sebuah tujuan  yang harus kita kejar. Seiring dengan adanya cita-cita yang kuat tersebut, kita  akan berusaha meningkatkan kemampuannya agar cita-cita kita bisa tercapai. Yaitu dengan belajar dan berlatih segala hal yang menunjung cita-cita tersebut.

  1. Mengapa saya memiliki cita-cita dan cita-cita tersebut menjadi Dosen
Sewaktu kecil jika saya ditanya apa cita-cita saya, saya menjawab saya ingin menjadi seorang dokter. Kemudian sewaktu saya duduk dibangku SMP saya diberi kesempatan untuk maju di depan kelas dan menceritakan tentang apa cita-cita saya untuk kedepannya. Dari pengalaman tersebut saya ingin menjadi Dosen.
Berprofesi menjadi dosen dan mengajar di universitas jelas merupakan suatu profesi yang mulia. Hal ini memberi saya  kesempatan untuk mengubah hidup. Saya memang berasal dari keluarga kurang mampu. Ayah saya seorang buruh tani kelapa, ibu sayapun demikian. Kadang serba kekurangan tapi bukan merupakan penghalang bagi saya untuk maju dan meraih cita-cita sebagai “Dosen”.
Pekerjaan sebagai dosen memainkan peran kunci dalam mengembangkan pelajaran dan keterampilan belajar pada mahasiswa, menanamkan nilai-nilai yang baik di dalamnya, membudidayakan pikiran mereka juga dari unsur kehidupan. 
  1. Perjalanan yang akan saya lalui untuk mencapai cita-cita sebagai seorang Dosen
Berawal dari kemauan saya untuk merubah nasib saya. Awalnya saya tidak mengetahui sama sekali tentang sekolah tinggi ilmu komputer (STIKOM) yang ada di Banyuwangi. Tapi saya punya kemauan untuk sekolah lagi setelah sekolah di SMK Negeri Darul Ulum. Ketika saya berangkat sekolah di jam yang sangat pagi karena saya harus piket kelas untuk membersihkan ruang kelas yang akan dipakai belajar tidak sengaja saya menemukan brosur yang berisikan tentang informasi penerimaan siswa baru di STIKOM. Saya baca ternyata sangat beruntung sekali saya menemukan brosur yang terjatuh dikelas yang akan saya tempati dan saya berniat untuk mangikuti jalur-jalur yang ada di STIKOM yaitu jalur berbagi yang sekolah tidak dipungut biaya apapun 100%. Ketika itu saya berbicara pada teman saya kalau saya akan mengikuti jalur beasiswa yang ada pada STIKOM dan ternyata respon teman saya negatif tapi itu tidak sama sekali mengendurkan semangat saya untuk mengikuti beasiswa yang disediakan oleh STIKOM. Saya berniat, berusaha dan berdo’a agar saya diterima di sekolah tinggi ilmu komputer tersebut. Tes demi tes saya lakoni dengan sangat senang karena saya yakin ketika STIKOM baik untuk saya, saya pasti akan diterima di STIKOM dan kini perjalanan saya belum berakhir untuk berlomba mendapatkan tiket untuk mengambil beasiswa yang disediakan oleh STIKOM. Saya akan terus berusaha dan berdo’a untuk mencapainya untuk mewujudkan cita-cita saya menjadi Dosen yang saya dambakan dari dulu.



















BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
  • Cita-cita dapat diraih jika kita tetap bertekad untuk maju yang disertai doa , usaha , ikhlas dan tawakkal
  • Keterbatasan jangan dijadikan hambatan dalam meraih cita-cita tapi jadikan sebagai penyemangat untuk menuju yang lebih baik
  • Letakkan cita-cita 5 cm didepan kening kita , kita senantiasa merasakan sebuah semangat untuk meraihnya.

B.    Saran
Penulis menyarankan jika kita mempunyai cita-cita, jangan menyerah untuk meraihnya. Tetap semangat walaupun hambatan datang silih berganti. Karena cita-cita bukan hanya sekedar angan atau impian belaka tapi suatu harapan yang harus diraih di masa yang akan datang.











 DAFTAR PUSTAKA